• Home
  • Download
    • Premium Version
    • Free Version
    • Downloadable
    • Link Url
      • Example Menu
      • Example Menu 1
  • Social
    • Facebook
    • Twitter
    • Googleplus
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Entertainment
  • Travel
  • Contact Us

Pinterest

Tasty Treats
Travel Journal
Temmy Times

Mungkin terkesan sedikit aneh bila kita mendengar pasangan yang sudah menikah jarang melakukan hubungan seks (sexless marriage). Namun pada kenyataannya, kondisi ini memang terjadi pada beberapa pasangan suami-istri. Ada beberapa situasi dalam rumah tangga yang secara tidak sengaja membuat pasangan suami-istri jadi jarang berhubungan seks.
Di sisi lain, ada pula suami-istri yang membiarkan kondisi ini terus terjadi. Bahkan, menurut buku Goodbye Madame Butterfly: Sex, Marriage, and the Modern Japanese Woman karya Kawakami Sumie, selama beberapa dasawarsa, fenomena tersebut merupakan hal yang lumrah terjadi, serta hanya disikapi tanpa penanganan berarti di Jepang, khususnya di kalangan pegawai kantoran Jepang. Padahal di budaya manapun, dari sudut pandang psikologi maupun kesehatan, kondisi ini tentunya tidak bisa disepelekan.
Kehidupan seks yang tidak berjalan lancar justru merupakan masalah serius, yang berpotensi menjauhkan kedekatan batin dalam pernikahan. Menurut survei yang dilakukan oleh guesehat.com, hanya 18 persen dari pasangan suami-istri di Indonesia yang berhubungan intim lebih dari 3 kali dalam seminggu. Selain itu, 45 persen pasutri menjalani aktivitas seks yang teratur, sebanyak 2 hingga 3 kali dalam seminggu. Sisanya, yaitu 37 persen dari pasangan suami-istri mengaku sama sekali tidak berhubungan seks secara rutin.

Makna dan Fungsi Hubungan Seks dalam Pernikahan

Mengapa seks menjadi prioritas utama bagi suami-istri? Karena melalui hubungan intim, suami dan istri akan saling menerima satu sama lain apa adanya, baik secara fisik maupun psikologis. Ketika salah satu menolak atau merasa malas berhubungan seks, maka pasangannya bisa saja menerka-nerka alasan mengapa hal tersebut bisa terjadi. Kemudian pikiran yang negatif pun muncul, bahkan bisa berujung pada perselingkuhan. Entah itu karena ingin menyalurkan hasrat seksual semata atau sebagai ajang balas dendam karena merasa ditolak.
Pada dasarnya, setiap pasangan yang sudah menikah membutuhkan hubungan seks. Jadi, satu sama lain perlu diyakinkan bahwa alasan malasnya berhubungan seks bukan karena dirinya. Oleh karena itu perlu ada proses rekonsiliasi, yaitu mendiskusikan apa akar masalah dari jarangnya berhubungan seks. Lalu, buat agenda berhubungan seks untuk memenuhi kebutuhan satu sama lain.

 

Akibat dari Jarangnya Berhubungan Seks dalam Pernikahan


1. Hormon endorfin menurun
Gairah seksual dan orgasme dapat melepaskan hormon endorfin dan oksitosin dalam tubuh. Bahan-bahan kimia ini dikenal bisa menghilangkan rasa sakit dan meningkatkan mood. Dilansir dari livingstrong.com, tidak melakukan hubungan seks secara rutin membuat khasiat dari kedua hormon tersebut menurun.

2. Semakin stres
Frekuensi seks yang berkurang akan meningkatkan stres. Dalam sebuah studi yang diterbitkan oleh Journal of Family Psychology pada tahun 2010, dilaporkan bahwa tingkat stres berbanding terbalik dengan aktivitas seksual. Meskipun ada cara lain untuk mengatasi stres, pada umumnya aktivitas seksual yang meningkat pasti mengubah tingkat stres secara signifikan.
Dalam beberapa kasus, tingkat stres yang tinggi bisa menurunkan daya tarik seseorang. "Orang yang tingkat stresnya rendah, lebih berpotensi memiliki kehidupan seks yang normal dan lancar. Namun opini ini disimpulkan bukan karena hukum sebab akibat, melainkan karena memang ada hubungan antara peningkatan stres dengan aktivitas seksual yang jarang,” papar dr. Lauren Streicher dalam buku Sex Rx: Hormones, Health, and Your Best Sex Ever. Studi kecil di Skotlandia juga menunjukkan bahwa reaktivitas tekanan darah terhadap stres tercatat lebih rendah di antara pasangan yang rutin berhubungan intim daripada pasangan yang jarang melakukannya.

3. Berkurangnya kepuasan terhadap pernikahan
Keintiman fisik ibarat lem dalam pernikahan. Momen ini akan membuat pasangan suami-istri lebih terhubung secara emosional. Frekuensi hubungan seks yang dibiarkan berkurang dapat menyebabkan penurunan kepuasan terhadap ikatan perkawinan.
Kesimpulan ini sesuai dengan studi Journal of Family Psychology. Hal ini dikarenakan orgasme menyebabkan pelepasan hormon oksitosin ke otak, untuk memberi sugesti adanya "ikatan”. Oksitosin menghasilkan rasa percaya juga kedekatan, bahkan membantu pasangan menilai satu sama lain secara lebih positif.

4. Penghargaan diri yang rendah
Minimnya rutinitas seksual juga dapat merusak hubungan dengan dirimu sendiri. "Dari sudut pandang medis, penurunan frekuensi hubungan intim tidak akan memengaruhi neurotransmiter atau penyakit medis," ujar ginekolog Sheila Loanzon, MD. "Namun, emosi yang dirasakan saat menghadapi situasi tersebut membuat penilaian yang kita berikan pada diri sendiri menjadi rendah," lanjutnya.

5. Disfungsi ereksi
Sebuah studi yang diterbitkan di American Journal of Medicine pada tahun 2008 menunjukkan bahwa pria yang berhubungan seksual minimal 1 kali seminggu lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami disfungsi ereksi, dibandingkan dengan pria yang tidak melakukannya.
Terapis seks kota New York, dr. Stephen Synder dan para periset, mempelajari lebih dari 900 partisipan pria berusia 55-75 tahun. Mereka menyimpulkan bahwa hubungan seksual rutin dapat melindungi organ intim pria dari disfungsi ereksi.

6. Mengendornya otot dan saraf vagina
Aktivitas seksual yang teratur akan meningkatkan kesehatan vagina. Menurut Asosiasi Masyarakat Menopause Amerika Utara, aktivitas seks yang teratur penting bagi wanita di usia berapapun. Salah satu efek samping dari jarangnya berhubungan seks selama menikah adalah vagina menjadi kering dan kurang elastis, akibat perubahan hormon.
Hubungan intim yang tetap terjaga dengan pasangan hingga usia senja akan merangsang aliran darah ke vagina dan mempertahankan otot-otot vagina tetap kencang untuk berfungsi secara optimal, layaknya senam kegel.

7. Kurangnya cairan lubrikasi
Saat pasangan suami-istri aktif berhubungan intim, gairah seksual akan merangsang kelenjar yang menghasilkan kelembapan di organ intim. Kelembapan ini bermanfaat untuk membuat sesi hubungan intim terasa nyaman dan tidak sakit. Meskipun ada penyebab lain seperti ketidakseimbangan hormon yang mengakibatkan kekeringan organ intim, hubungan seksual yang rutin akan membuat perbedaan.

8. Mood yang menurun
Penelitian menunjukkan adanya korelasi yang signifikan antara aktivitas seksual rendah dengan suasana hati yang menurun drastis. Menurut sebuah laporan yang diterbitkan dalam Journal of Economic Behavior and Organization pada Mei 2015, jika Kamu merasa sedih atau depresi, besar kemungkinan Kamu jadi kurang tertarik pada hubungan seks. Ciptakan kehidupan seks yang baik dalam pernikahan, agar suasana hati tetap terjaga.

9. Menjaga kesehatan jantung
Inilah manfaat tambahan dari seks, selain membantu mengurangi stres, juga bermanfaat bagi kesehatan jantung. Sebaliknya, stres dan kesehatan kardiovaskular yang buruk dapat mengganggu gairah dan fungsi seksual. Studi yang diterbitkan dalam American Journal of Cardiology pada tahun 2010, menyebutkan bahwa frekuensi seks yang rendah, berpotensi meningkatkan penyakit kardiovaskular. Studi seperti ini tidak lantas membuktikan bahwa seks ampuh untuk mencegah penyakit jantung. Meskipun demikian, menurut Klinik Cleveland, frekuensi seks yang berjalan teratur dalam pernikahan, baik untuk kesehatan jantung.

10. Imunitas tubuh menurun
Sentuhan, gairah, dan orgasme juga memberikan rasa nyaman dan mengatur hormon agar tubuh tetap fit. Tidak aktif berhubungan seks berpotensi membuat seseorang lebih rentan terhadap flu dan virus berbahaya. Menurut dr. Cory B. Honickman, sistem imunitas rentan melemah saat frekuensi hubungan intim berkurang. Selain itu, dilansir dari womenhealthmagazine.com, periset di Wilkes-Barre University di Pennsylvania menemukan, pasangan yang melakukan hubungan seks 1-2 kali dalam seminggu meningkatkan imunoglobulin A (IgA) sebanyak 30 persen. IgA merupakan salah satu rangkaian pertahanan tubuh yang efektif melawan virus.

11. Libido yang rendah
Dari sudut pandang kesehatan fisik, pola pernikahan yang jarang melibatkan aktivitas seks memiliki efek merugikan pada kesehatan seksual. Tubuh pun menjadi kurang mudah terangsang.

12. Merasa rendah diri
Menurut ginekolog Sheila Loanzon, M.D., ketika seorang suami atau istri mengkhawatirkan kehidupan seks, mereka sering menyalahkan diri sendiri. "Jika dibiarkan berlarut-larut, hal itu dapat memengaruhi rasa percaya diri dan keinginan untuk melakukan hubungan intim," ungkap Sheila. Nikmatilah seks bersama pasangan dalam pernikahan, agar kepercayaan diri pulih dan ikatan emosional terbina dengan baik.

13. Perasaan semakin menjauh
Tidak berhubungan seks bisa mengurangi keamanan hubungan antara suami-istri. "Minimnya hubungan seks dalam sebuah hubungan pernikahan dapat memengaruhi harga diri, serta menurunkan kadar oksitosin dan hormon lain," papar Les Parrott, Ph.D., psikolog dan penulis buku Saving Your Marriage Before It Starts, sebagaimana dilansir dari womenheathmagazine.com.
Hal ini juga dapat membuat suami atau istri mempertimbangkan sosok orang lain di luar pernikahan untuk memenuhi kebutuhan seksual. Namun, Parrott menunjukkan kalau sebuah pernikahan pernah mengalami 1 periode yang minim akan aktivitas seks. Seks hanyalah satu dari sekian banyak ekspresi keintiman yang bisa pasangan tunjukkan dalam pernikahan. Ciuman, genggaman tangan, serta pemberian pujian juga dapat membuat merasa pasangan terhubung secara emosional.

14. Rasa sedih meningkat
Seks merupakan aktivitas fisik yang berdampak pada mental. "Saat seseorang melakukan hubungan seks, skin-on-skin contact pun terjadi. Jenis kontak ini merupakan cara primal pertama yang kita anggap sebagai cara untuk menenangkan, sama seperti efek kontak kulit antara bayi dengan ibunya," ungkap terapis seks, Sari Cooper, LCSW.
 "Hubungan seksual memberi pasangan banyak sentuhan kulit ke kulit, serta membantu mengatur suasana hati satu sama lain," lanjut Sari Cooper. Proses ini direalisasikan melalui pelepasan hormon oksitosin. Dilansir dari prevention.com, dr. Streicher juga mengatakan bahwa seks dapat membantu meningkatkan semangat melalui peningkatan hormon endorfin. Jadi jika jarang berhubungan seks, seseorang cenderung merasa sedih. Namun hal tersebut tidak akan menyebabkan depresi secara klinis, meskipun terdapat korelasi tinggi antara jarang berhubungan seks dan kesedihan.  

Terlibatlah lebih sering secara seksual dengan pasangan. Terapi seks selalu menyarankan agar jangan cepat berasumsi bahwa pasanganmu tidak berminat pada hubungan seks. Jika permasalahannya adalah tekanan stres, manajemen waktu, atau kondisi yang tidak kondusif untuk melakukan hubungan seks, hadapi kendala itu dan komunikasikan bersama, agar Kamu dan pasangan tidak sama-sama frustasi. (TA/AS)

- Temmy Arthapuri -

Artikel ini juga dimuat di GUESehat.com
https://www.guesehat.com/jarang-melakukan-hubungan-seks-ini-14-dampaknya-bagi-kesehatan
Wrote by Temmy Arthapuri

Seksualitas antara suami istri merupakan hal yang harus dihidupkan setiap hari dalam pernikahan. Beberapa kebiasaan baik akan meningkatkan gairah seksual, sebaliknya kebiasaan buruk akan menyurutkan kualitas hubungan seksual antara Kamu dan pasangan. Kenali dan hindari kebiasaan buruk berikut agar bisa kehidupan seksual berlangsung stabil dan sehat!


Terobsesi pada Makanan Siap Saji

Menjadi pecandu berat makanan cepat saji, sama artinya Kamu mengisi tubuh dengan banyak karbohidrat olahan, gula sederhana, lemak jenuh dan trans fat. Hal ini dapat memperlambat aliran darah dan mempengaruhi seberapa baik Kamu dapat melakukan hubungan seks. Buang jauh kebiasaan buruk ini. Gantilah dengan banyak buah-buahan, sayuran, dan protein nabati. Memiliki rancangan pola makan yang  sehat akan memberi Kamu lebih banyak energi untuk seks. Tubuh yang lebih sehat, akan memberikan kepercayaan dalam diri bahwa Kamu dan pasangan bisa memberikan kepuasan seksual yang hebat untuk kesehatan hubungan dalam pernikahan.
Baca juga: Dampak Buruk Mengosumsi Fast Food

Mengkonsumsi Telalu Banyak Garam dan Sodium

Saat makanan asin menjadi bagian rutin dari asupanmu sehari-hari, Kamu akan cenderung memiliki tekanan darah tinggi. Padahal, tekanan darah tinggi justru berpotensi menurunkan libido. Singkirkan makanan kemasan, yang sering mengandung banyak sodium. Kalaupun Kamu sedang ingin makan camilan keripik kentang dalam kemasan, pilih produk yang rendah kandungan sodiumnya, ya. Kebiasaan memilih camilan rendah sodium ini tidak hanya bermanfaat untuk kualitas hubungan intim yang terjaga dalam pernikahan, melainkan juga untuk kesehatan anak dan keluarga. Perhatikan jumlah garam yang Kamu tambahkan di setiap masakan. Sebagai gantinya, perkayalah cita rasa dengan bumbu dan rempah.

Stres Berkepanjangan

Tekanan dan kekhawatiran konstan membuat Kamu sulit fokus dalam melakukan apapun. Saat tubuhmu dilingkupi terlalu banyak hormon stres dalam jangka waktu lama, kondisi tersebut menyita kesehatan pikiran sehingga membuat tubuhmu enggan berhubungan seks. Jangan memelihara stres. Cobalah mencari tahu apa yang membuatmu tertekan sehingga Kamu apat memikirkan cara terbaik untuk mengatasinya. Alihkan pikiran dengan mencari ide-ide bagus untuk melenyapkan stress. Luangkan waktu untuk berjalan di taman, menikmati film komedi, dan menjalani hobi yang bersifat relaksasi.

Melewatkan Foreplay

Pakar kesehatan mendukung sepenuhnya manfaat dari foreplay. Memaksimalkan foreplay dapat membuat seks semakin optimal. Dilansir dari webmd.com, dalam satu survei terhadap hampir 8.700 orang, pria dan wanita mengatakan bahwa seks berlangsung lebih lama saat mereka menikmati lebih banyak jenis stimulasi sebelum sesi penetrasi. Momen foreplay menumbuhkan sensasi rasa saling diinginkan dan dipuja apa adanya di antara Kamu dan pasangan. Ide brilian yang selalu efektif untuk membuat sesi foreplay semakin panas? Seks oral. 

Terlalu Sibuk

Ketika hidup menjadi sibuk, seks terkadang bisa menjadi hal pertama yang pelan-pelan terhapus dari daftar prioritas dalam pernikahan. Tetapi, keintiman dalam hubunganmu dengan pasangan harus selalu diutamakan. Menjadwalkan waktu bercinta mungkin terdengar seperti konyol, tapi cara ini bisa membantumu untuk memastikan agar tidak terbiasa menunda momen intim berdua. Mulailah menandai hari di kalender, dan usahakan untuk mematuhi jadwal tersebut. Hubungan intim yang teratur dan sehat akan membuatmu dan pasangan semakin terikat secara emosional. Semakin kuat ikatan ini, semakin hebat pula kepuasan seksual yang Kamu dan pasangan rasakan 

Selalu Mengandalkan Ritual Lama yang Itu-Itu Saja

Keintiman suami istri memang sama sekali bukan seperti romansa negeri khayali. Namun layaknya sihir cinta, mantra seks yang itu-itu saja tidak akan mengantarkan Kamu dan pasangan ke puncak kenikmatan yang lebih tinggi. Kamu dan pasangan mungkin sudah memiliki rutinitas yang membuat kalian merasa nyaman. Tidak ada salahnya kan, menambahkan sedikit ‘bumbu’ agar aktivitas seks semakin legit? Memanaskan suasana tidak hanya bisa Kamu lakukan dengan mencoba posisi seks baru. Kamu dan pasangan masih nyaman dengan posisi lama? Lakukan saja, namun cobalah menunjukkan alternatif pose dan gerak-gerik tubuh yang berbeda saat Kamu memanjakan pasangan. Dijamin, pasanganmu pasti tidak akan tahan menunjukkan respons baru yang semakin bergairah untuk satu rutinitas seksual lama.

Tidak Terbuka Terhadap Pasangan

Jika ada uneg-uneg yang mengganggu tentang kehidupan seks dalam pernikahan atau jika ada gagasan baru yang Kamu pendam, cobalah bicarakan dengan pasangan. Kamu sudah terlanjur khawatir mengenai respons pasangan dalam menangani pembicaraan? Bingkailah wacana tersebut menggunakan sudut pandang dan perasaanmu. Pasangan yang baik, pasti akan menyimak dan mau merealisasikan tanpa beban. Inilah sikap yang bisa membuat hubungan intim dalam pernikahan semakin kuat dan lekat.

Tidak Percaya Diri

Pesan yang dapat Kamu sampaikan pada pasangan sangatlah berbeda saat Kamu memutuskan untuk bersikap tidak percaya diri, terkait seksualitas. Bila Kamu terus-menerus merasa tidak PD, opini tersebut akan berubah menjadi  citra dirimu sendiri. Kamu juga pasti terpukul, kecewa, dan tidak bangga dengan gambaran profil diri yang Kamu miliki. Pada satu titik, pola pikir semacam itu akan menekan dorongan hasrat seksualmu terhadap pasangan. Temukan cara untuk menghentikan kebiasaan itu dan cobalah untuk fokus pada banyak hal yang bisa Kamu sukai dari dirimu sendiri. Rawat dengan baik diri Kamu seutuhnya, dan habiskan waktu bersama pasangan yang selalu menerimamu apa adanya. 

Minuman Alkohol

Minuman keras hanya akan memberi mimpi buruk untuk gairah di kamar tidur. Pria, pada umumnya, justru harus berjuang dengan masalah kinerja seksual saat tubuh mereka terlalu dipengaruhi oleh alkohol berkadar tinggi. Jauhkan gaya hidupmu dari minuman keras dan zat adiktif yang berbahaya. Bahkan ahli medis pun menegaskan, bahwa kualitas sperma terburuk, selalu dimiliki pria yang gemar mengkonsumsi alkohol. 

Merokok

Ada daftar panjang mengenai bahaya merokok terhadap kesehatan. Menyingkirkan hasrat seksual, merupakan salah satunya. Bahan kimia yang terkandung dalam tembakau dapat mengacaukan aliran darah,sehingga berpotensi menimbulkan masalah seksual, terutama bagi pria. Konsultasikanlah dengan dokter mengenai cara paling tepat dan efektif untuk menendang kebiasaan buruk tersebut. 
Baca juga: Hindari Makanan Penurun Gairah Seksual Berikut Ini

Kurang Tidur

Sering bergadang dan tidak menjaga pola tidur yang teratur, merupakan salah satu cara berisiko untuk kehilangan libido. Menurut sejumlah riset  , kebutuhan tidur yang tidak tercukupi setiap hari selama 6 hingga 8 jam di antara pria dan wanita, akan mendatangkan beragam masalah kesehatan kronis baik secara fisik maupun psikologis, tidak terkecuali seksualitas. Secara spesifil, berikut pengaruh buruk dari kebiasaan kurang tidur terhadap penurunan aktivitas seksual.
  • Menurunkan kadar testosterone
Testosteron memainkan peran penting terhadap gairah seks pria. Sebuah studi tahun 2011 yang publikasikan dalam Journal of American Medical Association (JAMA), menemukan bahwa kebiasaan tidur kurang dari lima jam setiap malam slama seminggu, mengakibatkan pria mudah mengalami penurunan kadar testosteron sebesar 15%.
  • Menurunkan lubrikasi vagina
Penelitian dari University of Michigan menemukan bahwa wanita yang waktu tidurnya tercukupi, akan merespons rangsangan organ intim yang lebih baik, dibandingkan wanita dengan durasi tidur yang rata-rata lebih rendah. Pelumasan organ intim merupakan komponen utama agar seks terasa menyenangkan dan tidak menyakitkan.
  • Meningkatkan risiko disfungsi ereksi
Beberapa studi telah menemukan hubungan antara disfungsi ereksi dan kebiasaan kurang tidur. Dalam sebuah studi tahun 2009 yang dimuat dalam jurnal publikasi US National Library of Medicine National Institutes of Health, para peneliti melakukan pemeriksaan medis pada 401 pria yang diduga memiliki sleep apnea (berhenti bernapas saat tidur). Di antara pria yang didiagnosis dengan gangguan pola tidur, 70% dari mereka juga memiliki disfungsi ereksi. Para peneliti percaya kedua hal ini ada hubungannya. Rupanya opini tersebut memang benar. Setelah menjalani perawatan untuk sleep apnea, mereka yang terdiagnosa disfungsi ereksi pun dinyatakan sembuh dan kehidupan seks mereka juga semakin baik.
  • Mengacaukan psikis.
Kurang tidur berefek fatal pada otak, terutama pada lobus frontal yang memengaruhi pengambilan risiko, pengambilan keputusan, dan penalaran moral. Studi tahun 2013 yang diterbitkan dalam jurnal SLEEP menemukan bahwa kurang tidur satu malam saja sudah bisa membuat pria salah menilai minat seks pasangannya. Studi 2011 yang diterbitkan dalam Journal of Sexual Medicine menemukan bahwa wanita dengan sleep apnea lebih berpotensi untuk memiliki tekanan seksual (kesulitan personal terkait seks) dan lebih mungkin mengalami disfungsi seksual.
  • Kurang tidur memicu depresi dan rendah libido.
Dalam sebuah artikel yang dimuat jurnal SLEEP, peneliti menemukan bahwa kebiasaan kurang tidur tampaknya benar-benar menyebabkan tekanan psikologis. Setelah menganalisa 20.822 orang dewasa yang sering kekurangan waktu tidur, para partisipan cenderung melaporkan efek tekanan psikologis akibat  insomnia. Pada beberapa orang, tekanan psikologis tersebut benar-benar menjadi depresi yang membunuh gairah seksual. Jadi, semakin jelas alasan bagi setiap orang untuk selalu beristirahat dengan cukup. Maksimalkan waktu tidurmu. Ingat, semakin banyak waktu tidur, kualitas seks dalam pernikahan pun semakin baik.
Tanpa ekspektasi muluk-muluk, Kamu bisa menciptakan romansa rumah tangga yang sehat, nyaman, dan menenangkan. Penuhi pernikahan dengan kebiasaan positif agar semakin hari semakin kuat ikatan emosional antara Kamu dan pasangan. Selalu kompak dengan pasangan untuk menjauhi apapun yang akan menyumbangkan polusi pikiran dalam komitmen pernikahan.
Baca juga: 8 Makanan Penambah Gairah Seksual Ini Bantu Anda Lebih Panas Lagi
 - Temmy Arthapuri -

Artikel ini telah diterbitkan di GUESehat.com
https://www.guesehat.com/kebiasaan-buruk-yang-menurunkan-gairah-seksual

Wrote by Temmy Arthapuri
Postingan Lama Beranda


My Instagram

My Instagram

ABOUT AUTHOR

Foto saya
Temmy Arthapuri
Mom I Wife I Writer
Lihat profil lengkapku
Diberdayakan oleh Blogger.

Artikel Populer

  • Zamzam Syifa Boarding School Pelopor Pesantren Modern di Pusat Kota Berfasilitas Setaraf Apartemen Mewah
  • Resensi Buku Perdanaku, Tradisi Makan Siang Indonesia : Khazanah Ragam dan Penyajiannya
  • Bless Us With The Baby
  • Lucky Year Number 13

My Blog List

  • writesimplelife.wordpress.com
    Becoming a Better-Self
    7 tahun yang lalu
  • saung saya berbagi
    Little Girl in the Rain
    10 tahun yang lalu
  • AFD
    Buat kamu :)
    13 tahun yang lalu
  • "Ar-Rohman"
    Mengapa Berjilbab??
    14 tahun yang lalu
  • Aku Ingat Nikki
    Nikki Inspire[s]
    15 tahun yang lalu
  • Puisi Indonesia Modern
    Puisi-puisi Putri Narita Pangestuti
    16 tahun yang lalu
  • atemia's Site
  • Blogger Buku Indonesia
  • fiefive
  • Roro's Site

Pengikut

Copyright © 2015 Temmy Times. Designed by OddThemes | Distributed By Copy Blogger Themes