Resensi Buku Perdanaku, Tradisi Makan Siang Indonesia : Khazanah Ragam dan Penyajiannya

 


Pesona Indonesia sebagai pusat khazanah kuliner tradisional, menciptakan daya tarik gastronomi tersendiri di mata dunia internasional.

Berawal dari perspektif itu, buku Tradisi Makan Siang Indonesia hadir untuk mengulik lebih dalam tentang kebiasaan santap keluarga Indonesia.

Membaca buku ini, seolah kita diantarkan pada 'pintu' untuk mengintip sejenak cara memasak hingga gaya menyajikan makanan di pelosok Nusantara.

Bersyukur, kisah kuliner keluargaku bertajuk "Sensasi Ngidang di Lampung dan Sumatra Selatan" turut diterbitkan dalam buku dwibahasa ini, hasil kolaborasi Yayasan Omar Niode, Nusa Foundation, editor Bu Amanda Katili dengan Food Blogger Indonesia Community serta Penerbit Diomedia.

Silakan disimak ulasan selengkapnya.


Info Format Buku

Hadir dalam format hard cover & soft cover, 505 halaman full color. Kualitas kertas serta layout buku hasil kerjasama Indonesian Gastronomy Foundation & Omar Niode Foundation ini, benar-benar didesain super premium.

Info Buku

Judul Buku : Tradisi Makan Siang Indonesia: Khazanah Ragam dan Penyajiannya

Editor: Amanda Katili Niode. Ph.D.

Translator: Awi Chin.

Perancang Sampul: Ghofar I. Amar.

Penata Letak/Ilustrasi Isi: goodteadesign.

Ukuran Buku: 20×23 cm.

Halaman: 482 halaman.

ISBN: 978-634-7208-12-5.

Penerbit: CV. Diomedia

Buku dwibahasa (bilingual) ini berisi 40 tulisan dari berbagai penulis, food blogger, food fotografer, petani, hingga penggiat pangan dari 17 provinsi di Indonesia.

Isi Buku

Kisah di balik hidangan makan siang di berbagai daerah, didokumentasikan sebagai kekayaan kuliner bangsa lalu dimuat sebagai karya tulisan.

Dari tradisi makan Balanjuang di Minang, tradisi Ngidang di Lampung & Palembang, hingga Choi Pan Thijia tradisi makan penyambung silahturahim di Singkawang.

Daftar Penulis

1. Simfoni Rasa dalam Sajian Makan Siang Pontianak oleh Agustinus Bertolomeus Eko Dony Prayudi

2. Sayur Asem, Tradisi Makan Siang ala Ibu Rumah Tangga oleh Alfida Husna

3. Sambal Pindang dan Bayam Buatan Ibu di Blitar oleh Alfa Anisa

4. Choi Pan Thjia, Penyambung Tradisi Silaturahmi Singkawang oleh Annie Nugraha

5. Garang Asem Ayam Kampung Sayur Lodeh dan Botok Kelapa Teri oleh Bayu Fitri Hutami

6. Tradisi Makan Siang Liwetan Menyambut Tahun Baru oleh Bayu Fitri Hutami

7. Ngidang, Simfoni Rasa dan Kebersamaan dalam Tradisi Kuliner Palembang oleh Deddy Huang

8. Soto Banjar, Tradisi Makan Siang Keluarga yang Tak Pernah Padam oleh Aisyah Dian

9. Tradisi Makan Siang bagi Ibu Rumah Tangga, Blogger dan Content Creator oleh Dita Triyuliasih Indrihapsari

10. Ketika Cinta dan Berkat Bertemu di Sebuah Kotak oleh Dorothy Manalu

11. Akulturasi Menu Makan Siang, Berjuta Rasanya! oleh Maria Goreti Sri Candrati

12. Nasi Tumpeng, Simbol Keakraban dan Syukur oleh Dwi Citra Yuliana Pandiangan

13. Sego Jagung Mah Sartinah, Kuliner Klasik yang Otentik oleh Dwi Septianingsih

14. Sego Buwuhan, Kuliner Khas Bojonegoro oleh Dyah Kusumastuti Utari

15. Papeda, Makanan Tradisional Favorit Kami oleh Florence Niken Proboretno

16. Tradisi Makan Siang Indonesia oleh Henny Nursanty

17. Aku dan Mnahat Feu di Tengah Musim Panen oleh Jetriyanus Nino

18. Menikmati Segarnya Masakan Khas Melayu Pesisir Riau oleh Kunni Masrohanti

19. Saat Musim Tandur di Cikaso Sukabumi oleh Latipah Rahman

20. Nikmatnya Makan Siang dengan Ikan Kembung Goreng Sambal Ijo oleh Lina Marlina

21. Nasi Kuning Masak Habang dan Soto Banjar, Kalimantan Selatan oleh Maria Tanjung Sari

22. Kaldu Kokot, Sambel Tumpang dan Selat Solo oleh Marita Setyaningsih

23. Tradisi Makan Siang dengan Seruit Lampung oleh Muhammad Erfan

24. Ikatan Kebersamaan dalam Tradisi Makan Balanjuang di Minang oleh Novarty Eka Putriana

25. Wisata Kuliner Suryakencana Bogor oleh Nurul Sufitri

26. Menikmati Lezatnya Keong Daun Singkil di Hamparan Sawah oleh Resa Karunia Roosmana Setia

27. Uniknya Hubungan Roti Lapis Belanda Dengan Tradisi Botram oleh Reza Fahlepi

28. Ngaliwet di Saung Kebun Pepaya oleh Riana Wulandari

29. Makan Siang Bersama dalam Tradisi Masyarakat Sunda oleh Rina Susanti

30. Pijok-Pijok: Tradisi Kebersamaan dan Kehangatan Saat Makan Siang oleh Rosdiana

31. Semua Cerita Bertemu di Meja Makan oleh Sri Anggoro Widiyanti

32. Tradisi Berharga, Makan Siang Bareng Keluarga oleh Suciati Cristina

33. Sensasi Ngidang di Lampung dan Sumatera Selatan oleh Temmy Arthapuri

34. Makan Siang Bersama Teman Lama di Tasikmalaya oleh Utami Isharyani Putri

35. Pallumara Suapan Ibu oleh Winarni KS

36. Kembul Bujana Yang Sarat Makna Kebersamaan oleh Yeni Endah

37. Rujak Cingur, Keberagaman Yang Ciptakan Kebersamaan oleh Yuniari Nukti

38. Cinta dalam Semangkuk Pindang Patin Palembang oleh Yunita Srie Wijaya

39. Penyetan Protein Arek Suroboyo oleh Zada Agna Talitha

40. Mo Mulayadu - Tradisi Menghambur Benih oleh Zahra Khan



Book Launching & Book Talk

Diluncurkan kali pertama pada ajang Ubud Food Festival pada bulan Mei 2025 lalu, sesi Book Talk buku ini pun turut diadakan di Atalier Rasa Barnyard, Kemang Jakarta Selatan, 16 Oktober 2025.

Selama acara Book Talk, audience & tim penulis menikmati sesi Demo Masak Kreasi Blue Food bersama Chef Ragil Imam Wibowo & sajian lezat menu tradisional khas Gorontalo bersama Kak Zahra Khan dari Bakul Goronto.



Buku "Tradisi Makan Siang Indonesia: Khazanah Ragam dan Penyajiannya” meraih Gourmand Awards untuk kategori Best Book in the World pada ajang Gourmand Awards.Penghargaan ini diumumkan pada Saudi Feast Food Festival di Riyadh, Arab Saudi

President of Gourmand Awards,  Edouard Cointreau, turut mengapresiais buku ini, berkat kedalaman riset dan makna kultural yang dihadirkan,

“Terima kasih, Amanda Niode selaku Editor Buku, atas penghormatan luar biasa terhadap tradisi Indonesia ini, yang dengan indah memperlihatkan bagaimana berbagi hidangan mencerminkan jiwa dan warisan sebuah bangsa. Buku ini menjadi perayaan tulus atas kuatnya hubungan antara makanan, budaya, dan komunitas,”

Gourmand Awards merupakan satu-satunya kompetisi internasional yang didedikasikan untuk publikasi mengenai budaya makanan dan minuman. Didirikan pada tahun 1995 dan diikuti oleh peserta dari lebih dari 200 negara.

Gourmand setiap tahun menyelenggarakan simposium global di lokasi yang memiliki relevansi gastronomi penting. Di tahun 2025 ini, event award diselenggarakan di Riyadh, Arab Saudi.

Pihak penyelenggara mempertemukan tokoh-tokoh diplomasi, kuliner, penerbitan, dan budaya. Tak heran, acara ini dihadiri tamu dari 96 negara.

 Edouard Cointreau, Chairman of The Award Committee, bahkan menuliskan pesan khusus kepada Ibu Amanda:

“You won the most important category, B02 for the Best Book of all in all categories…You can be very proud of this crowning achievement.”

Best wishes

Edouard




Tulisanku "Sensasi Ngidang di Lampung dan Sumatra Selatan"

Topik Ngidang menjadi wacana pilihan yang mengawali kontribusi tulisanku terhadap buku ini.

Ngidang merupakan tradisi penyajian makanan yang dilakukan dengan konsep lesehan. Sejumlah piring saji dengan beragam menu lauk pauk, sayur, dan buah digelar secara berjejer di atas karpet besar ataupun kain lebar.

Dalam setiap piring hidangan tersebut, terdapat komponen kuliner penting, seperti bakul nasi, sejumlah masakan khas lokal, sayur berkuah, lalapan, aneka sambal, hingga buah-buahan.

Tata cara penyajian ini memungkinkan sekitar 20 orang dapat berkumpul dan makan bersama di satu area karpet saji. Setiap orang yang menikmati santap hidangan ini dapat dengan mudah meraih piring makanan apapun yang ingin dikonsumsi, tanpa perlu merasa segan ataupun sungkan untuk menambah porsi. 

Aku dibesarkan oleh tradisi makan seperti ini, dari pihak keluarga Alm.Papa.

Selepas Papa pergi, pada akhirnya perpaduan seni menikmati sejumlah menu lezat yang disajikan di deretan piring, dengan teknik makan ala lesehan sambil duduk bersila ini, tumbuh menjadi lebih dari sekadar memori.

Bahwa dari sumber kenangan masa kecil nan berharga itu, aku pun temukan cara mengapresiasi ragam tempat & suasana makan yang berbeda.

Ngidang kini berubah menjadi seni menempatkan etika untuk memuliakan teman makan, dengan penghargaan yang setara.

Ucapan Terima Kasih

Terima kasih tak terkira pada segenap rekan-rekan Food Blogger Indonesia Community, Mbak Katerina S. Rianti, Bu Amanda Katili selaku Editor Buku, Yayasan Omar Niode, Nusa Foundation, serta seluruh tim Penerbit Diomedia yang telah bekerja sama dengan sangat baik, hingga terrealisasi project buku Tradisi Makan Siang Indonesia.

Semoga sukses yang kita awali dengan penyusunan buku ini, mengantarkan kita semua pada agenda karya-karya hebat selanjutnya di 2026.

Kesimpulan

Buku ini diharapkan menambah ruang manfaat untuk khazanah kuliner Indonesia.

Ini salah satu buku yang cocok dikupas tuntas oleh periset, mahasiswa tugas akhir, kolektor literasi sosial budaya kuliner Indonesia, pecinta kearifan gastronomi lokal, dsb.

Jika Kamu membutuhkan data literasi seputar tradisi makanan yang beradaptasi menjadi budaya Nusantara, inilah buku rekomendasi yang layak menambah koleksi pustaka. ❤️

Info pemesanan buku, silakan klik tautan berikut

Tradisi Makan Siang Indonesia Khazanah Ragam dan Penyajiannya Lunch Traditions in Indonesia: A Collection of Dishes and Displays – Diomedia https://share.google/48xLBkq6b897E8mb0



Share:

0 Comments